Artikel Terbaru :

Dua Kehidupan dan Satu Kematian

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah: 28
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنتُمْ أَمْوَاتاً فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?”

Berdasar ayat di atas bisa disimpulkan bahwa manusia akan melalui dua kehidupan yaitu kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat. Sedangkan kematian hanya sekali yang akan dilalui oleh manusia, yaitu suatu perlihan dari kehidupan dunia untuk menuju akhirat.

Oleh karena itu, tentu setelah masa peralihan itu tiba, akan ada ketetapan tempat yang manusia pasti akan menempatinya yaitu surga dan neraka.  Sedang neraka akan ditempati oleh dua golongan, golongan yang kekal dan golongan yang tidak kekal.

Sedangkan orang-orang islam akan di tempatkan oleh Allah pada tiga keadaan,
1. Keadaan yang kekal di dalam syurga,
2. Keadaan yang tertahan dari syurga dan neraka, dan
3. Keadaan yang kekal di dalam neraka.

Allah subhabah berfirman:

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ () فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ () وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (AZ- Zalzalah: 6-8)

Bahwa pada hari akhirat kelak nanti semua balasan akan diberikan oleh Allah sesuai dengan amal dan perbuatan yang telah dikerjakannya ketika semasa hidup di dunia. Maka umat islam yang jatuh kekal di dalam neraka karena kesyirikan.

Tiga dari akibat kesyirikan:
-          Dosa yang tidak terampuni
-          Terhapus seluruh amal-amalnya
-          Diharamkan syurga baginya

Sehingga inti dakwah para Nabi dan Rasul ‘Alaihim shalatu wasallam adalah untuk mendakwahkan kepada tauhid dan untuk tidak melakukan kesyirikan.

Apakah sebab-sebab kesyirikan yang menjadikan kekal di dalam neraka?
-          Yang diseru
-          Yang dijadikan tempat bergantung
-          Yang lebih kita cintai
-          Yang kita berikan pengorbanan
-          Yang kita sembah

Orang islam yang ketika ditimbang antara kebaikan dan keburukan sama nilainya, tempat antara syurga dan neraka. Sehingga menempatkan diri di suatu tempat yang dia harus menunggu ketetapan yang pasti apakah masuk ke dalam syurga atau neraka.

Dia akan dimasukan ke syurga jika amal baiknya lebih berat dari pada keburukannya, dan dia akan di masukan ke dalam neraka jika timbangan amal buruknya lebih berat dari pada amal kebaikannya.

Wallahua’lam

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih Anda telah mengunjungi blog saya

 
 
 

Selamat Datang

Terima kasih anda telah mengunjungi kami

Jumlah Kunjungan

SANG PEMIMPI

Label

Diberdayakan oleh Blogger.